BANDAR LAMPUNG – Pengurus Unit Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Merah Putih yang berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) guna merumuskan program strategis dan rencana kerja untuk tahun 2026. Pertemuan yang berlangsung pada 16 Mei 2026 ini menjadi langkah awal penting untuk memetakan arah kebijakan, memperkuat organisasi, serta meningkatkan kontribusi nyata UMKM binaan di tengah masyarakat.
Rapat kerja ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan UMKM Merah Putih PWDPI, yakni Ketua, Santi Destiani, SE, didampingi oleh Sekretaris, Nurhayati, S.Kes., M.Kes, serta Bendahara, Harniati, SE. Forum ini dihadiri pula oleh seluruh pengurus inti dan perwakilan dari berbagai cabang daerah untuk menyatukan visi dalam menjawab tantangan ekonomi ke depan.
Dalam sambutan dan arahannya, Ketua UMKM Merah Putih PWDPI, Santi Destiani, SE, menegaskan bahwa rapat kerja ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum krusial untuk merumuskan langkah konkret agar organisasi semakin berdaya guna.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang disusun nantinya memiliki tujuan yang jelas, terukur, dan tidak hanya bermanfaat bagi kesejahteraan anggota UMKM Merah Putih semata, tetapi juga mampu memberikan dampak positif yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Kami juga bertekad memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun pelaku usaha lain, demi membuka akses dan peluang pasar yang lebih besar,” ujar Santi Destiani, SE.
Sementara itu, Sekretaris UMKM Merah Putih PWDPI, Nurhayati, S.Kes., M.Kes, menambahkan bahwa penyusunan program kerja tahun 2026 telah melalui pembahasan mendalam, mulai dari aspek pembinaan, administrasi, hingga pengembangan usaha. Ia memastikan seluruh rencana kerja akan disusun rapi menjadi dokumen resmi sebagai panduan pelaksanaan di lapangan.
Di sisi lain, Harniati, SE selaku Bendahara menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan tertib dalam setiap pelaksanaan program. Menurutnya, kesehatan organisasi sangat ditentukan oleh pengelolaan dana yang tepat sasaran guna mendorong kemajuan usaha para anggota.
Agenda utama dalam rapat kerja ini selain penyusunan program strategis, juga membahas penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas produk, serta standarisasi layanan. Salah satu kesepakatan penting yang diambil adalah menjadikan digitalisasi usaha sebagai fokus utama program kerja tahun 2026. Langkah ini dinilai strategis agar produk-produk UMKM binaan PWDPI dapat menembus pasar yang lebih luas melampaui batas wilayah daerah.
“Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, kehadiran di pasar digital adalah kunci. Kami akan memfasilitasi dan mendorong seluruh anggota untuk melek teknologi, mulai dari pengemasan, pemasaran, hingga transaksi daring, agar produk lokal kita mampu bersaing tidak hanya di pasar daerah, tapi juga di pasar nasional,” tambah Santi.
Seluruh hasil pembahasan dan kesepakatan yang tercatat dalam pertemuan ini selanjutnya akan disusun secara rinci menjadi dokumen program kerja resmi, yang akan diimplementasikan secara bertahap dan terarah sepanjang tahun 2026 mendatang.
Dengan tersusunnya program strategis ini, UMKM Merah Putih PWDPI optimis dapat berperan lebih aktif dan signifikan sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat eksistensi organisasi PWDPI dalam memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara.
(Humas DPP PWDPI)
