Bandar Lampung – Wakil Ketua III DPRD Provinsi Lampung, Maulidah Zauroh, MA, Pd., menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) sebagai bagian dari target nasional bebas TBC pada tahun 2030.
Menurutnya, penanggulangan TBC harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Maulidah Zauroh menegaskan bahwa keberhasilan percepatan eliminasi TBC sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, DPRD, tenaga kesehatan, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga kader kesehatan di tingkat desa. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan penemuan kasus, memperluas terapi pencegahan, serta memperkuat edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, DPRD Provinsi Lampung mendukung berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung, di antaranya penguatan koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB), optimalisasi data, inovasi skrining mandiri berbasis digital, serta penguatan peran Desa Siaga TBC sebagai bagian dari strategi percepatan deteksi dini dan penanganan yang komprehensif.
“DPRD Provinsi Lampung berkomitmen menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan untuk memastikan program penanggulangan TBC berjalan secara optimal. Penanganan TBC merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menjaga produktivitas daerah,” ujar Maulidah Zauroh.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya TBC dengan melakukan deteksi dini, mematuhi pengobatan hingga tuntas, serta mendukung seluruh program pemerintah dalam mewujudkan Lampung yang sehat, produktif, dan bebas TBC pada tahun 2030. (Tim).
