Bandarlampung,—Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menghadiri Studium General yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) pada Senin (6/4), sekligus pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U) Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Lampung (Unila).
Dalam plantikan ini Bunda Eva berharap, BEM U Unila bisa bersinergi dengan pemerintah kota (Pemkot) Bandar Lampung dalam membagun Kota Tapis Berseri.
Terutama dalam hal pendidikan serta menjadi mahasiswa yang perduli terhadap lingkungan, dan memberikan kritik yang membangun.
Hal senda disampaikan, Ketua BEM U KBM Unila terpilih, Aditiya Putra Bayu, menegaskan bahwa BEM hadir bukan sekadar bagian dari sistem, tetapi sebagai representasi mahasiswa yang memiliki fungsi kontrol terhadap kebijakan publik.
“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi jika kebijakan berpihak kepada rakyat. Namun jika tidak, kami akan terus mengawal,” ujarnya.
Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, menyampaikan bahwa pelantikan BEM dan studium generale bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menguatkan peran strategisnya.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tiga peran utama, yakni sebagai agen perubahan, penjaga nilai, dan penggerak sosial dalam menghadapi tantangan menuju era Industri 5.0 dan Indonesia Emas 2045.
Kegiatan bertema “Mahasiswa sebagai Katalisator Perubahan serta Pusat Gerak Menuju Industri 5.0 dan Indonesia Emas 2045” ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Rektor Unila Lusmeilia Afriani, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. (rls)
