Bandar Lampung – Musibah banjir yang melanda wilayah Rajabasa, Kota Bandar Lampung, menelan korban jiwa. Seorang anak berusia 10 tahun bernama Satria dilaporkan hanyut terbawa arus drainase saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Jumat (6/3/2026).
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban.

“Kami berduka atas musibah yang menimpa keluarga ini. Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Eva Dwiana saat diwawancarai di Kantor Kecamatan Sukabumi pada Sabtu (7/3).
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana memberikan bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban berupa uang tunai sebesar Rp10 juta serta bantuan beras untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, pemerintah kota juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan orang tua korban yang sedang sakit dengan merujuknya ke RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo guna mendapatkan perawatan medis.
Tak hanya kepada keluarga korban, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir di wilayah Rajabasa dan sekitarnya, termasuk di kawasan Way Halim. Bantuan tersebut berupa makanan siap saji serta kebutuhan pokok lainnya.
Eva Dwiana menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga bentuk perhatian dan dukungan moral dari pemerintah kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah,” ujarnya.
Untuk di ketahui, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.29 WIB di Jalan Kapten Abdul Hak Gang Ibrahim, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa. Saat kejadian, korban diketahui sedang bermain dan mandi hujan di sekitar lokasi. Namun diduga korban tergelincir ke saluran drainase yang dipenuhi arus air cukup deras hingga akhirnya hanyut terbawa aliran.
Mengetahui kejadian tersebut, tim gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan proses pencarian. Tim yang terlibat di antaranya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Bhabinkamtibmas serta Taruna Siaga Bencana.
Petugas menyisir saluran drainase dan aliran air di sekitar lokasi untuk menemukan korban yang diduga terbawa arus saat hujan deras melanda wilayah tersebut. (red)
