BANDAR LAMPUNG – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, S.E., M.B.A., bersama Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. serta Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung H. Garinca Reza Pahlevi, SI.Kom., M.M. menghadiri kegiatan Studium General dan Pelantikan Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U) KBM Universitas Lampung periode 2026 yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Senin (6/4/2026).
Kehadiran unsur pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah dan legislatif terhadap peran strategis mahasiswa sebagai mitra pembangunan sekaligus agen perubahan.
Kegiatan ini menjadi momentum estafet kepemimpinan mahasiswa, sekaligus ruang konsolidasi dalam merumuskan gagasan strategis guna mendorong kontribusi generasi muda terhadap pembangunan daerah.
Turut hadir Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, S.H., M.H., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, S.E., M.Si., Rektor Unila Lusmeilia Afriani, Prof. Dr. Ir., D.E.A., IPM., ASEAN Eng., Staf Ahli Kementerian Pertanian RI Tin Latifah, S.P., M.Si., CGCAE., QIA., Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter Bangsa Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D., serta akademisi Fakultas Hukum Unila Budiyono, S.H., M.H.
Dalam pelantikan tersebut, Aditya Putra Bayu resmi dikukuhkan sebagai Ketua BEM Unila periode 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung menekankan bahwa BEM merupakan ruang pembelajaran kepemimpinan, pengembangan gagasan, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Hari ini kalian mengemban amanah, bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab moral. Rawat idealisme, naik kelas ke solusi, perkuat kolaborasi, dan ciptakan legacy,” pesannya.
Sementara itu, Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, menyampaikan bahwa pelantikan BEM dan studium generale bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum akademik yang memiliki makna strategis dalam membentuk karakter dan kepemimpinan mahasiswa.
“Mahasiswa tidak hanya sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai agent of change, guardian of value, dan social control dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Ketua DPRD Lampung menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam mengawal kebijakan publik.
“DPRD Provinsi Lampung terbuka terhadap aspirasi generasi muda. Gagasan dari ruang intelektual kampus harus mampu ditransformasikan menjadi energi positif dalam perumusan kebijakan,” ujar Ahmad Giri Akbar.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan studium generale bertema “Mahasiswa sebagai Katalisator Perubahan serta Pusat Gerak Menuju Industri 5.0 dan Indonesia Emas 2045”.
Melalui momentum ini, sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan legislatif diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. (***)
