VIRAL NUSANTARA.Com
Bandar Lampung, 12 Februari 2026 – SPBU Pertamina dengan nomor 24.351.126 yang berlokasi di Jalan P.antasari No 96, Kelurahan Kedamaian. Kota Bandar Lampung, kembali menjadi sorotan tajam dan menuai kecaman dari masyarakat. Pasalnya, SPBU yang sama diduga masih melayani praktik pengecoran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar secara leluasa pagi hari dan menjelang sore, seolah tidak jera dengan sorotan dan laporan yang telah ada sebelumnya

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, SPBU tersebut diduga terus menyediakan “barcode siluman” yang digunakan sebagai dalih untuk proses transaksi pengecoran BBM solar. Dengan adanya “barcode siluman” ini, para pengecor dapat dengan mudah mendapatkan pasokan BBM solar dalam jumlah besar tanpa harus mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku.

“Kami heran, kenapa SPBU ini seperti tidak menyentuh hukum. Padahal sudah sering dilaporkan, tapi tetap saja beroperasi dan melayani pengecoran BBM solar secara leluasa,apa lagi para Pengecor ini bisa masuk ke SPBU sudah pasti kegiatan ini di ketahui dengan jelas dengan pengawasny inisial ( U”E) ujar seorang salah warga yang enggan disebutkan namanya karena khawatir akan intimidasi.

Warga juga menambahkan, praktik pengecoran BBM solar ini menyebabkan kelangkaan subsidi BBM solar bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. “Akibatnya, kami yang benar-benar membutuhkan subsidi BBM solar jadi kesulitan.dan sama saja dilakukan secara tertutup tidak mengubah ny seperti Pencuri BBM subsidi Ini sangat merugikan kami,” keluhnya.

Masyarakat mendesak agar pihak Pertamina dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera bertindak tegas terhadap SPBU tersebut. Mereka meminta agar dilakukan investigasi mendalam dan menindak semua pihak yang terlibat dalam praktik pengecoran BBM solar ilegal.
“Kami meminta Pertamina dan grup LAKSA serta APH untuk bertindak tegas. Jangan biarkan SPBU ini terus melanggar hukum dan merugikan masyarakat. Kami ingin subsidi BBM solar ini benar-benar sampai kepada yang berhak,” tegas warga.
Media ini akan terus mengawali perkembangan kasus ini dan berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak Pertamina, kepolisian, pemilik SPBU, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk mengungkap fakta sebenarnya dan memastikan keadilan ditegakkan. (Investigasi™)
