VIRAL NUSANTARA.Com
BANDAR LAMPUNG – Kualitas hasil pembangunan infrastruktur di Kota Bandar Lampung kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini datang dari warga Kelurahan Sidodadi, Kecamatan yang sama, yang kecewa berat atas kondisi jalan baru di Jalan Badak. Pasalnya, proyek pengaspalan yang baru saja rampung dilaksanakan kurang dari enam bulan lalu, kini kondisinya sudah rusak parah dan banyak berlubang di sepanjang badan jalan.
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, kerusakan terlihat jelas dan tersebar di berbagai titik. Permukaan aspal yang seharusnya masih baru, kokoh, dan rata, kini justru banyak yang mengelupas, amblas, hingga membentuk lubang-lubang yang cukup berbahaya. Ukuran lubang pun bervariasi, mulai dari kecil hingga cukup besar dan dalam, sehingga sangat mengganggu kenyamanan sekaligus keselamatan para pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Warga setempat mengaku heran sekaligus kesal mengingat usia konstruksi jalan tersebut masih sangat baru. Pengerjaan dilakukan pada akhir tahun 2025, namun belum genap enam bulan digunakan, kualitasnya sudah seperti jalan yang sudah berumur bertahun-tahun tanpa perawatan. Hal ini menimbulkan kesan kuat bahwa pengerjaan dilakukan secara asal jadi, terburu-buru, dan tidak mengutamakan kualitas.
“Baru beberapa bulan yang lalu diaspal, belum sampai setahun kok sudah rusak begini? Banyak lubang, kalau malam hari atau hujan, pengendara motor sering terperosok karena tidak terlihat. Ini jelas pengerjaannya asal jadi saja, bahannya pun sepertinya tidak standar,” ungkap salah satu warga yang berdomisili di sekitar lokasi, Kamis (21/5/2026).
Masyarakat pun mempertanyakan kewajaran penggunaan anggaran yang bersumber dari uang rakyat. Dana yang dikeluarkan tidak sedikit untuk pembangunan jalan tersebut, namun hasilnya sangat jauh dari harapan dan terkesan mubazir. Warga menduga kuat ada ketidakberesan mulai dari spesifikasi material yang digunakan hingga pengawasan pelaksanaan di lapangan yang tidak berjalan ketat.
“Uang rakyat dipakai, tapi hasilnya cuma bertahan sebentar. Kalau begini terus, kapan pembangunan di sini bisa berkualitas? Kami minta pihak Dinas PU mengecek ulang, siapa kontraktornya dan siapa yang mengawasi. Jangan sampai uang negara habis tapi fasilitas yang kami dapatkan buruk seperti ini,” tegas warga lainnya.
Kondisi jalan yang cepat rusak ini juga membebani warga karena harus berhadapan dengan risiko kecelakaan setiap hari. Masyarakat menuntut pertanggungjawaban dari dinas terkait, serta evaluasi menyeluruh terhadap setiap proyek jalan yang dikerjakan di wilayah Kota Bandar Lampung agar kasus serupa tidak terus berulang dan merugikan kepentingan publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung terkait kerusakan jalan baru tersebut.(Investigasi™)
